KUR untuk Petani Pepaya Califonia di Napo

0
209
Advertisement

LIMBORO, BanuaUpdate.Com–Bank Negara Indonesia bekerjasama dengan kelompok tani di Desa Napo, Kecamatan Limboro untuk menggenjot akses permodalan pada kawasan pengembangan pertanian pepaya California. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada hari Kamis (01/04/21)

Program Kredit Usaha ini dilatarbelakangi karena petani di kawasan pengembangan pertanian Pepaya California memiliki semangat dalam mengembangkan pepaya California. Selain karena lahan yang terdapat di kawasan ini memiliki kecocokan dengan buah pepaya California, juga memiliki keunggulan karena berbuah cepat dan cukup tahan terhadap hama.

Penggagas ide penanaman pepaya California Syahir mengungkapkan, awalnya penanaman itu dilakukan untuk menguji apakah buah tersebut cocok di lahan tersebut atau tidak, dan beberapa bulan kemudian mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun, untuk memastikan kecocokkannya Syahir dan para petani setempat meminta bantuan pihak pemerintah agar menguji lab, dan hasilnya lahan tersebut memiliki kesuburan dalam pengembangan pertanian pepaya California.

“Awalnya, saya hanya sekadar mencoba-coba untuk menanam bibit Pepaya California di lahan ini. Barangkali cocok. Akhirnya, beberapa bulan kemudian, membuahkan hasil. Tapi, tidak hanya sampai di situ. Saya dan kelompok tani Suka Maju berinisiatif untuk mengkomunikasikannya kepada pihak daerah untuk melakukan tes uji lab, dan hasilnya meyakinkan untuk melakukan penanaman secara berkala di kawasan ini,” tutur Syahir yang begitu antusias dalam sosialisasi Kredit Usaha Rakyat.

Berkat Bapak Senator Ajbar
Program kredit usaha rakyat ini diharapkan dapat membantu para petani dalam mengembangkan lahannya. Ini adalah semangat yang diberikan Ajbar selaku senator asal Sulawesi Barat di DPD-RI, hingga upayanya mempertemukan petani Pepaya California dengan pihak BNI.

“Saya sangat antusias dengan diadakannya program seperti ini, berkat pak Ajbar dari DPD-RI yang mempertemukan kami dengan BNI. Kita kan tahu bersama bahwa salah satu persoalan sistem pertanian kita ada pada ketidakmampuan permodalan. Maka dari itu, melalui KUR ini bisa membantu para petani dalam mengembangkan pepaya California sehingga perputaran ekonomi juga tidak terhenti,” harap Syahir yang cukup piawai dalam persoalan pertanian.

Meskipun demikian kita ketahaui bersama bahwa salah satu persoalan utama sistem pertanian kita adalah tidak tersedianya data potensi lahan yang kongkrit dan petani belum memiliki akses pasar yang jelas.

Senator Ajbar yang dari awal mendampingi petani pepaya California di Napo, Kecamatan Limboro menyebutkan bahwa Sulbar memiliki potensi lahan yang mumpuni. Dengan adanya KUR ini, petani bisa lebih semangat untuk memperluas lahan dalam penanaman Pepaya California. Karena, cukup diminati. Baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Daerah kita ini, punya potensi lahan yang mumpuni. Kehadiran pihak BNI guna mensosialisasikan KUR menjadi keseriusan untuk mengakses modal kepada petani tanpa jaminan apapun. Karena peminat buah Pepaya ini cukup banyak, maka saya berharap petani dapat memaksimalkan program ini supaya perputaran ekonomi kita terus berjalan sebagaimana mestinya.” Tutup Senator asal Sulbar tersebut.(RDN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here