Laporan: Ahmad

WONOMULYO, BanuaUpdate.com—Berkembangnya populasi manusia tentu mengiringi jumlah sampah yang dihasilkan, tidak terkecuali Polewali Mandar menurut data BPS tahun 2020 pada laman https://polewalimandarkab.bps.go.id memiliki jumlah penduduk 478.534 jiwa pada tahun 2020.

Persoalan sampah semakin mencuat bahkan pada TPA di Dusun Passube Desa Paku, Kecamatan Binuang belum menemukan titik temu, karena warga sudah menolak kampungnya dijadikan TPA.

Menurut Ajbar Polman sudah darurat sampah, yang dibutuhkan sekarang aksi bersama mengatasi sampah.

“POLMAN LAGI DARURAT SAMPAH terutama dampak terhadap kesehatan masyarakat kita melakukan kerja bakti ini khusus area Wonomulyo melakukan pengepakan atau packing sampah ke dalam kantong sampah untuk dibuang pada tempat khusus sementara sembari menunggu tersedianya TPA yang baru dari pemerintah” ungkapnya melalui gawainya kepada BanuaUpdate.com.

“Kita peduli, warga sehat” harap Senator Ajbar.

Menurutnya di hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2021, seperti tak layak kiranya kita memperingatinya. Saat-saat dimana kita harusnya semakin bisa menuju hidup bersih tanpa sampah berserakan malah Polman mengalami darurat sampah.

“Ini bukti bahwa betapa pemerintah daerah tidak serius mengurus hak dasar warga untuk bisa hidup sehat dan terbebas dari sampah. Pemandangan terlihat dimana-mana banyaknya tumpukan sampah akibat ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Binuang secara sepihak oleh masyarakat karena meresahkan” tulis Senator Ajbar melalui WhatsApp.

Ditambahkannya andai pemerintah serius mengelolah TPA boleh jadi warga tidak akan menutup sepihak, bahkan harusnya bisa bernilai profit bagi warga sekitar.

“Di Wonomulyo saat ini khususnya jalan Padi Unggul 1 dan Padi Unggul 2 dimana-mana tumpukan sampah membukit. Karena tidak ada solusi dari pemerintah kami akan adakan bakti sosial melakukan pengepakan atau packing sampah dalam kantong-kantong besar” Tutupnya.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *