Kisah 4 Anak Panti Ikut Khitanan Massal Lanal Mamuju, Baca Banyak Doa hingga Syahadat Berulangkali

0
147
Advertisement

Mamuju, Banuaupdate.com– Khitanan massal yang dilaksanakan Lanal Mamuju dalam rangka Hari Kesehatan TNI AL diikuti 40 anak. Dari 40 anak, empat diantaranya merupakan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Syahid Al-Hidayah Pambobongan Induk Mamuju.

Keempat santri yang sangat antusias ini, masing-masing Syahid (11), Irwandi (11), Purwonto (9) dan Irfan (9), mereka semua masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah. Latar belakang mereka tak seperti anak lainnya, ada yang yatim dan ada pula yang sudah tidak diurus oleh keluarganya.

“Sehari-hari mereka tinggal di panti asuhan milik ponpes. Mereka anak-anak kami,” kata Indrasana pendamping anak panti asuhan, Sabtu (09/10/2021).

Saat khitanan berlangsung, para santri yang hanya dibekali pengetahuan seadanya terkait khitan kaget akan prosedur yang dilakukan. Untuk meredam rasa keget itu, mereka tidak hentinya melantukan doa-doa serta mengucapkan dua kalimat syahadat secara berulang.

“Tadi Purwanto sempat kaget dan merasa sakit, sehingga sedikit mengamuk tak mau lagi disuntik. Tapi setelah kita bujuk untuk baca doa terus akhirnya dia tenang, yang lain berjalan lancar, tapi kaget juga,” ujar Indrasana.

Sedangkan, Pimpinan Yayasan Ponpes Syahid Al-Hidayah, Abdul Rasyid mengapresiasi khitanan massal Lanal Mamuju ini. Menurutnya, khitanan ini sangat membantu masyarakat yang saat ini kesusahan di tengah pendemi Covid-19.

“Kegiatan Lanal Mamuju ini yang sangat membantu masyarakat. Karena kita ketahui untuk khitanan massal ini membutuhkan kekuatan finalsial, apa lagi anak-anak yang kami bawa ini termasuk golongan yang susah,” ujar Rasyid.

“Semoga khitanan massal ini dapat menjadi agenda rutin Lanal Mamuju. Karena ini sangat membantu masyarakat,” sambungnya.

Penanggungjawab Kesehatan Lanal Mamuju, Letda Laut (K) dr Feddy Manurung mengatakan, khitanan massal ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Untuk peserta, Lanal Mamuju diberikan target 20 anak, namun peserta yang terdfatar melebih target yang diberikan.

“Metode yang kita gunakan electrical cauter atau lebih dikenal masyarakat dengan laser. Kita memilih metode ini karena perdarahan yang minimil dan pengerjaannya juga cepat,” ujar Freddy.

Freedy juga berpesan agar khitan ini tidak hanya dilakukan oleh yang beragama Islam saja, tapi juga agama lainnya. Karena menurutnya, khitan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan alat reproduksi manusia.

“Semoga ke depan makin banyak masyarakat yang mau dikhitan, kaena ini sangat baik bagi kesehatan,” tutup Freddy.(Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here