MAMUJU, Banuaupdate.com–Pemerintah Provinsi Sulbar mulai merampungkan seluruh paket pengerjaan jalan. Pengerjaan menggunakan dana pinjaman dari PT SMI senilai Rp. 300 Miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Aksan mengatakan sudah ada lima paket yang telah melakukan penandatangan kontrak untuk dikerjakan tahun ini.

“,Sudah ada lima paket yang sudah kita tanda tangan kontrak, jadi mudah-mudahan hari ini (senin,11 Oktober, red) bisa tanda tangan kontrak kemudian kan masih ada paket yang belum pelelangan insyaallah mudah-mudahan juga bisa hari senin kira bisa meng-upload dokumennya untuk segera dilelang,” kata Ahsan saat dikonfirmasi Minggu 10 Oktober.

Menurutnya, kontrak bagi pelaksana pekerjaan untuk tahun ini tidak terlalu rumit, disebabkan adanya mekanisme baru yang diturunkan oleh Kementrian Dalam Negeri yang menyetujui untuk dilakukan multiyears kontrak. ” jadi kita bisa kontrak sampai tahun depan, Kita optimis bisa lanjutkan lagi ini,” ucapnya.

Sebelumnya Pemprov juga mendapat bantuan pinjaman sebesar Rp. 37. 4 miliar untuk pengerjaan ruas jalan di beberapa kabupaten di Provinsi Sulbar. Sementara tahun ini kembali mendapat dukungan dana pinjaman senilai Rp. 300 miliar.

Ia menjelaskan, ada 10 paket jalan yang akan dikerjakan, hanya saja, baru lima paket yang selesai tanda tangan kontrak, yaitu Jalan Salu Batu – Bonehau, Bonehau -Kalumpang Mamuju, Jalan Batu Isi Mamuju, Jalan Martadinata-Tappalang Barat Mamuju, Jalan Mapilli-Periang Polewali Polman.

“Itu sudah kontrak itu, kemudian yang limanya lagi, kalau sudah ada jaminan pelaksanaanya kita sudah bisa kontrak hari Senin,” ujar Ahsan.

Mengenai terget waktu, ia mengaku bahwa kontrak tetap sampai pada 31 Desember. Namun jika terjadi keterlambatan masih akan ada perpanjangan, dengan tetap diberikan denda.

“Tapi kita berharap di Desember bisa selesai yang tahap pertama ini,” bebernya.

Diketahui, pinjaman PEN untuk daerah yang disalurkan oleh PT SMI ditujukan khusus untuk daerah yang terdampak Covid-19, memiliki program pemulihan ekonomi, jumlah sisa pinjaman ditambah dengan jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75 persen dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya, serta memenuhi rasio kemampuan keuangan daerah mengembalikan pinjaman.

Pinjaman PEN daerah dibagi dalam dua skema, yaitu pinjaman program dan pinjaman kegiatan. Pinjaman program merupakan pinjaman yang pemanfaatannya untuk mendukung program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi baik berupa fisik maupun non fisik, seperti bantuan sosial kemasyarakatan dan kegiatan pembangunan infrastruktur yang tertuang dalam paket kebijakan.

Sementara penjaman kegiatan merupakan pembiayaan khusus untuk kegiatan pembangunan infrastruktur di daerah yang berpotensi terhenti dan terhambat akibat terjadinya realokasi dan refocusing anggaran akibat dampak pandemi Covid-19.

Sementara Sekprov Sulbar Muhammad Idris Dp mengatakan, berharap dana pinjaman tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulbar.

“Pemprov Sulbar bersyukur menerima bantuan pinjaman tersebut. Sehingga pinjaman tersebut akan dikelola dengan baik agar tidak salah sasaran,” tandasnya.(Adhi)

Data Pekerjaan Jalan Gunakan Dana PEN

1. Jalan Akses Pelabuhan Pasangkayu.
2. Jalan Akses Pelabuhan Budong-budong Mamuju Tengah.
3. Jalan Tobadak 7 dan Tobadak 8 Mamuju Tengah.
4. Jalan Salu Batu Bonehau-Kalumpang Mamuju
5. Jalan Batu Isi Mamuju.
6. Jalan Maratadinata-Tappalang Barat Mamuju.
7. Jalan Salu Tambung-Urekang Majene.
8. Jalan Mapilli-Periang Polewali Polman.
9. Jalan Matangga-Keppe Polewali ke Mamasa.
10. Jalan Tabone-Nosu Mamasa.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *