Lagi, Pemuda Asal Polman Berhasil Ditangkap BNN

0
185
Advertisement

MAMUJU, banuaupdate.com-Membawa narkoba jenis sabu di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Seorang pria inisial IR alias CW, harus pasrah kepada Polisi Narkoba BNN Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), setelah berhasil ditangkap tak berdaya di salah satu jalan di kota Mamuju.

Di tangan tersangka ditemukan bungkusan plastik hitam berisi delapan sachet narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan netto 382,1162 gram.

Kepala BNN Provinsi Sulbar, Brigjen Pol Sumirat mengatakan, penangkapan tersangka terbilang sangat dramatis. Kata dia, Penangkapan yang terjadi pada hari Rabu tanggal 10 November 2021 sekitar jam 15.30 Wita.

Saat itu, petugas BNNP Sulbar melakukan penghadangan dan pemeriksaan terhadap satu unit mobil toyota Innova warna hitam yang dicurigai di jembatan Kali Mamuju.

Namun pada saat Tim Pemberantasan BNNP Sulbar menghentikan salah satu kendaraan yang dicurigai, pengendara kendaraan tersebut mencoba menabrak petugas yang menghentikan kendaraannya, sehingga Tim Pemberantasan BNNP Sulbar melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali agar kendaran tersebut berhenti namun tidak diindahkan oleh pengemudi mobil Toyota Innova warna hitam yang dicurigai tersebut sehingga petugas BNNP Sulawesi Barat mengambil tindakan tegas terukur.

“Tersangka ini hampir mencelakai anggota saat ditangkap dengan menabrakan mobilnya ke arah petugas. Dan kami berhasil amankan plastik hitam berisikan Delapan sachet yang berisi narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan netto 382,1162,“ sebutnya.

Narkoba jenis sabu dengan Delapan sachet di tangan tersangka, kepada Polisi tersangka mengaku bahwa itu barang milik RA alias AR yang kini masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka berasal dari Desa Tangan Baru Kelurahan Limboro Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Berdasarkan hasil laboratorium forensik (Labfor), bahwa barang tersebut dipastikan positif mengandung metamfetamin. Bahkan tersangka terbukti menggunakan sabu saat ditangkap berdasarkan urine miliknya positif mengandung metamfetamin.

Pelaku, melanggar Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) subsider  Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1)  Undang-Undang Republik  Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang  Narkotika  dengan  ancaman  pidana minimal 5 tahun  dan maksimal 20 tahun penjara atau Pidana mati.

“Kita juga sita delapan sashet sabu-sabu, mobil, handphone dan baju pelaku,” tutupnya.(Fadly)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here