Kabar duka datang dari pengacara Jack Boyd Lapian. Simpatisan Jokowi itu meninggal dunia karena COVID-19 pada Rabu (16/2) malam.

Putra Jack Lapian, Jonathan Lapian, mengkonfirmasi kabar tersebut. Jack Lapian meninggal dunia di usia 45 tahun.

“Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga, Jack Boyd Lapian hari ini tanggal 16 Februari 2022 pada pukul 21.00 WIB. Terima kasih untuk segala dukungan dan doanya. Beliau sudah kembali bersama Bapa,” kata Jonathan.

Jonathan mengatakan almarhum meninggal dunia di RS Polri Kramat Jati. Jack sempat dirawat di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit tersebut.

“(Meninggal dunia) akibat COVID. Meninggal di ICU RS Polri Keramat Jati,” kata Jonathan.

Jonathan menerangkan sebelum dibawa ke RS Polri, Jack sempat dirawat di RSUD Pasar Minggu.

“Dirawat di RSUD Pasar Minggu tanggal 14. Kemudian dirujuk ke ICU RS Polri tanggal 16,” kata Jonathan.

Jack Lapian sempat berseteru dengan pendiri Kaskus Andrew Darwis. Ia pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dalam kasus itu Jack Lapian menjadi tersangka. Namun dalam proses persidangan, hakim PN Jakarta Selatan memberikan vonis bebas. Hakim menyatakan Jack tidak terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan.

Rekam Jejak Jack Boyd Lapian

Jack Boyd Lapian merupakan anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK pada 2014 dan tergabung dalam kelompok pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada 2017.

Semasa tahapan Pilkada Jakarta berlangsung, Jack melaporkan musisi Ahmad Dhani. Dia menuding Dhani menyuarakan ujaran kebencian dan diskriminasi rasial lewat media sosialnya.

Cucu dari seorang Pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara, Bernard Wilhelm Lapian, pernah mengaku sebagai keturunan Belanda. Atas dasar itu, dia melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena dalam pidato usai pelantikannya sempat menyinggung pribumi.

Penutupan Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga sempat dipermasalahkan Jack. Pada Februari 2018, dia muncul sebagai Sekjen Cyber Indonesia saat melaporkan Anies ke Polda Metro Jaya karena dugaan Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan.

Beberapa bulan berselang, April 2018, Jack melaporkan Rocky Gerung ke Polda Metro Jaya karena ucapannya yang menyebut kitab suci adalah fiksi.

www.kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *