Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, membantah bahwa pasukan negara beruang merah telah menembaki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Ukraina.

“Pernyataan-pernyataan ini sama sekali tidak benar,” kata Vassily Nebenzia pada Jumat (4/3) dikutip dari AFP.

“Ini semua adalah bagian dari kampanye kebohongan dan disinformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia,” sambung dia.

Vassily mengatakan, pasukan Rusia memang terlibat baku tembak menggunakan senjata ringan dengan pasukan Ukraina di wilayah PLTN di Zaporizhzhia. Tetapi tidak menembaki fasilitas tersebut.

Sebelumnya, serangan tentara Rusia ke fasilitas PLTN Zaporizhzhia diungkapkan oleh Menlu Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter.

“Tentara Rusia menembaki PLTN Zaporizhzhia dari semua sisi, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa,” tulis dia.

Petugas pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api. Beberapa saat kemudian, api berhasil dikendalikan. PLTN tersebut pun kini dikuasai tentara Rusia.

Diketahui, PLTN Zaporizhzhia merupakan yang terbesar di Ukraina, bahkan di Eropa. Situs nuklir itu memiliki enam dari 15 keseluruhan reaktor nuklir di Ukraina. Berbagai pihak mengatakan, bencana yang meletus dari PLTN Zaporizhzhia dapat menyapu seluruh benua.

Terlepas dari kerusakan akibat penembakan, enam reaktor nuklir yang ada di PLTN tetap utuh. Empat dari enam reaktor nuklir pun tengah didinginkan agar aman dan stabil. Sedangkan satu unit lain tetap menyediakan daya.

Source : www.kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *