Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku mendapat komitmen investasi untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari Pangeran Arab Saudi, Muhammad bin Salman atau MBS. Hal itu merupakan hasil kunjungan Luhut ke Arab Saudi, pada 1-2 Maret 2022.

Dalam unggahan terbaru di akun instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Luhut mengatakan Pangeran MBS juga akan bergabung dalam sovereign wealth fund, Indonesia Investment Authority (INA).

“Saya makin merasa optimis ketika mendengar bahwa beliau ingin Arab Saudi ikut berkontribusi pada pembangunan IKN Nusantara, serta yang tak kalah penting, Arab Saudi akan bergabung dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia (INA),” kata Luhut, Minggu (6/3).

Luhut mengatakan dirinya berinisiatif membentuk tim terpadu yang minggu depan akan berangkat ke Riyadh untuk menindaklanjuti komitmen tersebut. Rencananya, pemerintah ingin segera merancang kunjungan pihak Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia sebelum bulan Ramadhan.

“Saya berinisiatif untuk membentuk tim terpadu yang dalam kurun waktu minggu depan sudah berangkat ke Riyadh untuk follow up seluruh pembicaraan kita hari ini agar kami bisa langsung set up kunjungan pihak Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia sebelum bulan Ramadhan,” ujarnya.

Dalam unggahannya tersebut, Luhut juga menceritakan pengalamannya dijamu secara akrab oleh Pangeran MBS. Luhut diundang dalam acara makan malam di halaman Istana Kerajaan bersama jajaran kabinet senior Arab Saudi.

Luhut mengaku telah mengenal Pangeran MBS selama dua tahun terakhir dan cukup intens berkomunikasi meski hanya melalui pesan instan Whatsapp.

“Another mystery of life bagi saya karena menurut Dubes Indonesia, Pangeran MBS sangat jarang menerima tamu dari luar, kecuali tamu dari negara-negara tetangga Teluk,” tulisnya.

Lebih lanjut, Luhut juga memamerkan titipan cinderamata dari Pangeran Muhammad bin Salman untuk dibawa pulang ke Indonesia. Titipan tersebut berupa kiswah atau potongan kain Ka’bah dan juga replika kunci Ka’bah.

“Rasa percaya itu harus diletakkan di atas segalanya, tak jadi soal agama, ras, suku bangsa mana kita berasal. Selama kita punya kepentingan yang sama yaitu mengedepankan kemanusiaan dan kesejahteraan seluruh bangsa demi menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik untuk diwarisi anak cucu kita ke depan,” tutup Luhut.

Source : www.kumparan.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *