Presiden Ukraina Akui Kehilangan Minat Bergabung dengan NATO

0
55
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial menjaga sebuah pos pemeriksaan, di Lapangan Kemerdekaan di pusat Kiev, Ukraina, Kamis (3/3/2022). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS
Advertisement

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (8/3/2022) mengungkap ia telah kehilangan minat terhadap keanggotaan NATO. Kesan itu ia beberkan seiring invasi Rusia memasuki hari ke-13.

Zelensky menilai, NATO tidak siap untuk menerima Ukraina untuk bergabung. Bagi Zelensky, aliansi itu ketakutan menghadapi tekanan yang diberikan Moskow.

“Mengenai NATO, saya kehilangan minat dalam masalah ini setelah kami menyadari bahwa NATO tidak siap untuk menerima Ukraina,” ujar Zelensky dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi AS, ABC News

“Aliansi takut akan hal-hal yang kontradiktif dan konfrontasi dengan Federasi Rusia,” lanjut Zelensky.

Presiden Ukraina Akui Kehilangan Minat Bergabung dengan NATO (1)
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial menjaga sebuah pos pemeriksaan, di Lapangan Kemerdekaan di pusat Kiev, Ukraina, Kamis (3/3/2022). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS

Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial menjaga sebuah pos pemeriksaan, di Lapangan Kemerdekaan di pusat Kiev, Ukraina, Kamis (3/3/2022). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS

Zelensky kemudian menegaskan, Ukraina bukan negara yang akan memohon untuk mendapatkan sesuatu. Zelensky tidak ingin memberikan impresi semacam itu kepada rakyat Kiev.

“Kami tidak akan menjadi negara seperti itu, saya tidak ingin menjadi presiden seperti itu,” tegas Zelensky.

Ia kemudian ditayai perihal kesiapan untuk memenuhi tuntutan Rusia. Deretan tuntutan itu meliputi gencatan senjata, perubahan konstitusi, dan penolakan atas keanggotaan dalam NATO.

Kremlin juga mendesak agar Ukraina mengakui Krimea sebagai bagian Rusia. Selain itu, Moskow turut meminta agar Kiev mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk.

Presiden Ukraina Akui Kehilangan Minat Bergabung dengan NATO (2)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: Umit Bektas/REUTERS

Zelensky menjawab, Ukraina siap untuk berdialog. Namun, ia menggarisbawahi, pihaknya tidak akan menyerah.

Keanggotaan Ukraina merupakan salah satu dasar Rusia menyerang Ukraina. Rusia menganggap bila Ukraina bergabung NATO maka negaranya akan terancam.

NATO, diduga Rusia, bisa menjadikan Ukraina sebagai tempat peluncuran roket yang diarahkan ke negaranya.

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here