Ada Mafia Minyak Goreng di Balik Kelangkaan, Ini 3 Fakta yang Diungkap Mendag

0
98
Advertisement

Dalam rapat bersama dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (17/3), Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan penyebab terjadinya kelangkaan minyak goreng. Ia menyebut adanya mafia di balik kelangkaan minyak goreng.

“Ini spekulasi kami, ada orang yang tidak sepatutnya mendapatkan hasil dari minyak ini. Artinya masuk misalnya ke tempat industri. Jadi di sini saya bilang adalah mafia yang mesti kita berantas bersama-sama,” kata Lutfi dalam rapat yang disiarkan secara virtual, Kamis (17/3).

Lutfi mengungkapkan, kebijakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) yang diterbitkan sejak pertengahan Februari 2022, membuat stok minyak goreng berlebih untuk seluruh masyarakat Indonesia. Meskipun akhirnya kebijakan ini tetap dicabut atas arahan Presiden Jokowi.

“Jadi dalam periode 28 hari antara 14 Februari dan 16 Maret lalu, kita telah mengumpulkan 720.612 ton dari rencana ekspor sebesar 3.507.241 ton. Jadi kalau dihitung, jumlah DMO setara dengan 20,7 persen,” ujar Lutfi.

 

Ada Mafia Minyak Goreng di Balik Kelangkaan, Ini 3 Fakta yang Diungkap Mendag (1)
Rak-rak minyak goreng yang kosong di sejumlah gerai minimarket di Kota Semarang, Kamis (17/3/2022). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Lutfi mengeklaim, minyak goreng yang dikumpulkan dari 59 eksportir ini telah didistribusikan sebanyak 551.069 ton. Angka ini setara dengan 570 juta liter, atau kuota 2 liter untuk masing-masing penduduk Indonesia.

“Jadi kalau kita lihat, setara 1,7 kali atau 168 persen dari kebutuhan konsumsi per bulannya 327 ribu ton. Jadi secara teoritis ini sudah jalan,” tutur Lutfi.

Sayangnya, kata Lutfi, begitu dicek ke lapangan, teori tersebut tak berjalan sesuai harapan. Dia mencontohkan ketika melakukan sidak ke Sumatera Utara, Jawa Timur, serta Jakarta.

Mafia Minyak Goreng Bisa Raup Untung hingga Rp 9 Miliar

Lutfi sempat mengecek ketersediaan minyak goreng di Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Jakarta. Di 3 wilayah ini harusnya minyak goreng melimpah. Menurut perkiraan Lutfi, mafia minyak goreng bisa meraup untung hingga Rp 9 miliar.

“Jadi spekulasi kita, deduksi kami ada orang yang mendapat mengambil kesempatan di dalam kesempitan. Ini tiga kota ini satu industri ada di sana, kedua ada pelabuhan, jadi kalau keluar dari pelabuhan rakyat satu tongkang bisa 1 juta liter, dikali Rp 7-8 ribu, ini uangnya Rp 8-9 miliar,” ungkapnya.

 

Ada Mafia Minyak Goreng di Balik Kelangkaan, Ini 3 Fakta yang Diungkap Mendag (2)
Stok minyak goreng di Naga Swalayan Tanjung Barat, Rabu (16/3/2022). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Mendag Tak Bisa Kontrol Mafia

Lutfi menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa memberangus praktik-praktik yang menurutnya dilakukan oleh orang-orang yang jahat dan rakus.

“Jadi ketika harga berbeda melawan pasar, dengan permohonan maaf Kemendag tidak dapat mengontrol. Karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat, ini tidak bisa dikesampingkan sifat manusia yang rakus dan jahat,” kata Lutfi.

Calon Tersangka Mafia Minyak Goreng Diumumkan Senin (21/3)

Usai rapat selama enam jam dengan Komisi VI DPR, Kamis (17/3), Mendag menegaskan tidak akan kalah dengan mafia yang ia sebut jadi dalang langkanya minyak goreng. Karena itu, Kementerian Perdagangan bakal mengusut para spekulan yang memainkan pasokan minyak goreng.

“Saya, kita pemerintah tidak pernah mengalah apalagi kalah dengan mafia. Saya pastikan mereka akan ditangkap,” ujar Muhammad Lutfi.

Lutfi mengungkapkan, calon tersangka mafia minyak goreng ini bakal diumumkan pada Senin (21/3). Mereka ini, lanjutnya, yang mengalihkan minyak subsidi ke industri, yang melakukan ekspor ke luar negeri, hingga mereka yang melakukan pengemasan ulang dan menjual dengan harga tidak sesuai ketentuan pemerintah.

“Calon tersangkanya akan diumumkan hari Senin. Sekali lagi, saya akan memerangi mafia-mafia tersebut dan memastikan mereka masuk penjara,” tegasnya.

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here