Ukraina Minta Turki Jadi Penjamin Kesepakatan dengan Rusia

0
141
Advertisement

Turki mengungkap pada Kamis (17/3/2022), Ukraina telah meminta Ankara untuk menjadi salah satu penjamin kesepakatan mendatang apa pun dengan Rusia.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, Ukraina mengajukan agar Turki menjadi penjamin bersama negara-negara negara yang diberikan kursi permanen di Dewan Keamanan PBB.

Kelompok negara yang disebut P5+1 itu merujuk pada China, Prancis, Rusia, Inggris, Amerika Serikat, serta Jerman.

 

Ukraina Minta Turki Jadi Penjamin Kesepakatan dengan Rusia (1)
Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. Foto: Annegret Hilse/REUTERS

“Ukraina mengajukan tawaran pada perjanjian keamanan kolektif: P5, Turki dan Jerman,” jelas Cavusoglu saat berkunjung ke Lviv pada Kamis (17/3/2022), seperti dikutip dari AFP.

Menurut Cavusoglu, Kremlin akan menerima usulan tersebut. Ia menarik kesimpulan demikian usai melawat ke Moskow untuk bertemu dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov, pada Rabu (16/3/2022).

“Saya melihat bahwa Federasi Rusia tidak keberatan dan dapat menerima tawaran seperti itu,” ujar Cavusoglu.

Sebab, pada pertemuan dengan Lavrov, Cavusoglu telah terlebih dahulu mengusulkan agar Turki menjadi tuan rumah pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

 

Ukraina Minta Turki Jadi Penjamin Kesepakatan dengan Rusia (2)
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov Foto: REUTERS/Remo Casilli

Ankara menjalin hubungan erat dengan Ukraina dan Rusia. Maka dari itu, Turki berupaya memposisikan diri sebagai penengah.

“Kami telah berbagi keprihatinan kami dengan cara yang tulus dan melakukan tugas kami untuk meredakan ketegangan dan membuka ruang untuk diplomasi,” ungkap Cavusoglu saat bersama Lavrov.

“Kami ingin menjadi tuan rumah pertemuan (Putin-Zelensky) ini ketika situasinya mencapai titik itu untuk gencatan senjata yang langgeng,” imbuhnya.

Berkat pertemuan itu, Cavusoglu menambahkan, harapan untuk mewujudkan gencatan senjata telah meningkat.

 

Ukraina Minta Turki Jadi Penjamin Kesepakatan dengan Rusia (3)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: Umit Bektas/REUTERS

Dalam pembicaraan tersebut, Cavusoglu menekankan bahwa peperangan harus segera dihentikan. Ia kemudian mendesak agar Putin menempuh upaya diplomatik dan menemui Zelensky.

“Perang harus dihentikan, orang tidak boleh mati. Saya datang ke Moskow dengan pemahaman ini hari ini,” tegas Cavusoglu.

Terbaru, pada Kamis (17/3/2022), Presiden Turki Tayyip Erdogan kembali berbicara dengan Putin demi melanjutkan proses mediasi.

Erdogan mengulangi tawaran yang telah dibawakan Cavusoglu. Ia berharap, dialog itu akan diadakan di Ankara atau Istanbul.

Erdogan mengatakan kepada Putin, kesepakatan tentang isu-isu tertentu memerlukan pertemuan antara para pemimpin.

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here