Densus 88 Antiteror Polri menangkap 3 teroris yang tersebar di Bogor, Depok, dan Jakarta Barat pada Selasa (15/3) lalu. Mereka merupakan simpatisan dan sudah berbaiat ke ISIS.

Ketiga teroris tersebut berinisial MR dan HP dan RS.

Kabar penangkapan tersebut dibenarkan Kabagops Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar.

“Benar, ada penangkapan 3 orang,” kata Aswin saat dihubungi, Kamis (17/3).

Setelah itu, Densus 88 kembali menangkap 3 teroris di Tangerang Selatan, Lampung dan Kabupaten Kendal. Mereka berinsial HP, MI, dan DK. Mereka ditangkap pada 9-15 Maret.

“Iya benar,” kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror, Kombes Pol Aswin Siregar kepada wartawan Kamis (24/3).

Aswin menjelaskan, kelima tersangka itu juga tergabung dalam grup ‘Annajiyah Media Centre’ dengan pemilik grup yakni tersangka RBS.

Pertemuan Rahasia di Hotel

 

Fakta-fakta Teroris Ditangkap di Bogor: Berencana Serang Gedung DPR; Punya AK47 (1)
Personel kepolisian bersenjata berjaga saat tim Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di bekas markas Front Pembela Islam (FPI), Petamburan, Jakarta, Selasa (27/4). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Dari hasil penyelidikan, terungkap teroris yang ditangkap di Jakarta Barat berinisial MR pernah menggelar pertemuan rahasia.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, tersangka menggelar pertemuan di salah satu hotel di daerah Cawang, Jakarta Selatan Saat itu, tersangka juga mengundang rekannya yang tergabung dalam grup Whatsapp.

“Melakukan pertemuan dengan tersangka AD (sudah ditangkap) pada Desember 2020 di Hotel Ibis Cawang bersama beberapa member grup Whatsapp Jundullah,” kata Ramadhan lewat keterangannya, Kamis (24/3).

Dalam pertemuan itu mereka membahas persoalan aqidah hingga rencana jihad. Pertemuan itu dibuat seperti diskusi kecil. Namun tak disebut jumlah peserta yang hadir saat itu.

Berencana Serang Gedung DPR

Dari hasil pemeriksaan, teroris yang ditangkap di Bogor berinisial RS diketahui berencana melakukan amaliyah dengan menyerang Gedung DPR.

“Berdasarkan informasi IT berencana melakukan kegiatan amaliyah di Gedung Parlemen/DPR,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan lewat keterangannya, Kamis (24/3).

Ramadhan menuturkan, tersangka juga mengunggah keinginannya untuk menyerang Gedung DPR di akun media sosial Facebooknya pada 16 Februari lalu. Dalam postingan itu, tersangka mengaku kesal melihat pasangan suami istri yang romantis.

Diduga Punya AK47

Polri membeberkan barang bukti yang disita dari salah satu teroris berinisial MR yang ditangkap di Jakarta Barat, Selasa (15/3) lalu.

Dari tangan MR disita airsoft gun AK47, Makarov dan M60.

“Kepemilikan senjata diduga Airsoft jenis AK47, Makarov, dan M60,” kata Ramadhan lewat keterangannya, Kamis (24/3). Densus belum mengungkap asal senjata tersebut.

Ramadhan menuturkan, dari hasil penyelidikan terungkap tersangka memiliki grup whatsapp yang berisi ajaran paham radikal. Bahkan, di grup tersebut juga kerap dilakukan tukar pikiran membahas persoalan terkait terorisme.

“Penyebaran propaganda radikal melalui narasi dan poster di Whatsapp grup Islamic lesson,” ujar Ramdhan.

Source : www.kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *