Ketum Gerindra Prabowo Subianto menjadi salah satu kandidat kuat capres di 2024, bahkan kerap memuncaki jumlah survei. Namun, menurut sejumlah survei terbaru, tren elektabilitas Prabowo cenderung turun dalam beberapa waktu terakhir.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan elektabilitas Prabowo melemah. Salah satunya, masyarakat jenuh karena Prabowo sudah tiga kali gagal dalam ajang Pilpres 2024.

“Ada titik kejenuhan dari publik. Prabowo sudah tiga kali maju, coba dua kali capres dan satu wapres. Jadi 15 tahun, 3 periode. Kan, ada titik jenuh juga bagi masyarakat,” kata Ujang saat dihubungi, Jumat (8/3).

Selanjutnya, Ujang menduga banyak pendukung Prabowo yang kecewa dengan output Pilpres 2019. Setelah bersaing panas dalam pilpres, Gerindra justru bergabung ke parpol koalisi Jokowi, bahkan Prabowo ditunjuk sebagai menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Bisa jadi ada kekecewaan dari pendukungnya terkait Pilpres 2019. Kita tahu banyak pendukung yang ingin beliau di luar kekuasaan, jadi oposisi saja. Tapi faktanya gabung Jokowi, lawan politiknya di 2019,” terang Ujang.

Terakhir, Ujang menyoroti Prabowo jarang terjun langsung ke masyarakat. Lain dengan Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo yang kerap ‘blusukan’ dan menyapa warga.

Elektabilitas Prabowo Turun Dinilai karena Publik Jenuh, Gabung Koalisi Jokowi (1)
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memberikan orasi politik saat melakukan kampanye akbar di Stadion Utama GBK. Foto: Reuters/Willy Kurniawan

“Prabowo dari dulu hingga saat ini enggak pernah jalan. Enggak pernah menyapa publik, enggak pernah menatap rakyat. Tidak bersentuhan dengan grassroot,” papar Ujang.

“Jadi paling tidak tiga faktor itulah yang buat Prabowo cenderung stagnan dan menurun,” tutup dia.

Dalam survei simulasi semi terbuka yang dilakukan SMRC pada 13-20 Maret 2022, Ganjar mendapat dukungan 18,1%, seimbang dengan Prabowo 17,6%.

Sementara Anies Baswedan mendapat dukungan 14,4%. Nama-nama lain mendapat dukungan di bawah 4%, dan yang belum tahu 13,7%.

“Dalam setahun terakhir dukungan kepada Ganjar Pranowo naik dari 8,8% pada Maret 2021 menjadi 18,1% pada Maret 2022,” ungkap Direktur SMRC, Sirojuddin Abbas, dalam rilis survei, Kamis (7/4).

Meski masih berada di peringkat ketiga, namun dari hasil survei Anies cenderung menguat. Di periode survei sebelumnya mendapat 11,2% dukungan dan kini menjadi 14,4%. Sementara Prabowo justru cenderung melemah dari 20% menjadi 17,6%.

Melemahnya elektabilitas Prabowo dalam setahun terakhir juga terlihat dari survei Indikator Politik hingga Charta Politika.

Source : www.kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *