Rusia Tutup Kantor Amnesty International hingga Human Rights Watch

0
119
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi lokasi pembangunan Badan Antariksa Nasional di lokasi Pusat Penelitian dan Produksi Negara Khrunichev, di Moskow, Rusia, Minggu (27/2/2022). Foto: Sputnik/Sergey Guneev/Kremlin melalui REUTERS
Advertisement

Rusia menutup sejumlah kantor lokal lebih dari selusin organisasi internasional termasuk Human Rights Watch, Amnesty International, dan Carnegie Endowment for International Peace.

Dikutip dari AFP, 15 organisasi telah dihapus dari daftar organisasi internasional dan LSM asing Rusia karena “pelanggaran UU Federasi Rusia terkini”. Hal ini diungkapkan Kementerian Kehakiman dalam sebuah pernyataan tanpa detail lebih lanjut, Jumat (8/4).

Rusia juga menutup kantor lokal Friedrich Nauman Foundation for Freedom, Friedrich Ebert Foundation, Aga Khan Foundation, Wspolnota Polska Association, dan organisasi lainnya.

Pengumuman ini dikeluarkan pada hari ke-44 serangan Rusia ke Ukraina yang membunuh ribuan orang dan lebih dari 11 juta orang harus mengungsi, menjadikannya krisis pengungsi terparah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Sekjen Amnesty International, Agnes Callamard, mengatakan pihaknya akan terus mendukung warga Rusia.

“Kami akan melipatgandakan upaya kami untuk mengungkap pelanggaran HAM Rusia baik di dalam dan luar negeri,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Di negara di mana sejumlah aktivis dan pembangkang di penjara, dibunuh atau diasingkan, di mana media independen telah dicoreng, diblokir atau dipaksa menyensor diri sendiri, dan di mana organisasi sipil masyarakat dilarang atau dilikuidasi, anda pasti melakukan sesuatu yang benar jika Kremlin berusaha membungkamu,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Rusia telah memimpin tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perbedaan pendapat dan jurnalisme independen.

Dalam momen penting dalam sejarah Rusia pasca Soviet, akhir tahun lalu Rusia menutup Memorial, kelompok hak asasi paling terkenal di negara itu.

Dibentuk tahun 1989 oleh pembangkang Soviet termasuk pemenang Nobel Perdamaian, Andrei Sakharov, organisasi ini mencatat pembersihan era Stalin dan juga mengkampanyekan hak-hak tahanan politik dan kelompok terpinggirkan lainnya.

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here