Kapolresta Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memberikan penjelasan terkait adanya pedagang yang curhat ke Presiden Jokowi soal kerabatnya ditahan polisi karena menolak pungli.

Curhat tersebut disampaikan oleh salah satu pedagang saat Jokowi menyambangi Pasar Cisarua, Bogor, untuk memberi bantuan sosial dan Bantuan Modal Kerja (BMK) sebesar Rp 1,2 juta.

“Terima kasih atas informasi yang disampaikan dan terhadap pemberi informasi telah kami lakukan pemeriksaan atas keberatan yang disampaikan kepada Bapak Presiden,” kata Susatyo merespons curhatan pedagang tersebut, Kamis (21/4).

“Kami akan menindaklanjuti dengan audit investigasi,” sambung dia.

Susatyo membenarkan adanya perkara tersebut. Polisi menanganinya pada Desember 2021 atas dugaan pengeroyokan sesama pedagang.

Susatyo belum merinci lebih jauh terkait kronologi kasus tersebut. Namun dia menegaskan bahwa proses penyidikan perkara tersebut telah dilakukan sesuai prosedur.

“Keberatan atas penanganan Perkara ini juga telah diuji melalui mekanisme praperadilan. Atas informasi ini, kami akan memberikan atensi khusus terhadap perkara ini,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang pedagang berteriak kepada Jokowi. Sambil menangis, pedagang tersebut menceritakan soal saudaranya yang menolak pungli dari preman berujung ditahan polisi.

“Melawan preman ditangkap polisi Pak, om kami menolak preman ditangkap polisi Pak. Kami bingung. Udah tiga bulan lebih dipenjara,” teriak pedagang tersebut.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang mendampingi Jokowi langsung menanyakan nama keluarga pedagang yang dipenjara tersebut.

“Namanya siapa?” tanya Pramono sembari mencatat.

“Ujang Sarjana. Mana mau lebaran anaknya ada empat. Hanya bapak yang bisa bantu kami,” timpal Pedagang.

Source : www.kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *