Baru Sehari Diumumkan, Aturan Larangan Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Direvisi

0
77
Airlangga Hartarto berbincang dengan Jokowi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Advertisement

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan perubahan aturan terkait larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya. Dalam konferensi pers yang diadakan malam ini, Rabu (27/4), Airlangga menyebut komoditas sawit yang dilarang ekspor mulai dari minyak goreng, CPO, Refined, Bleached, Deodorized (RBD) palm olein, Pome, dan Used Cooking Oil (minyak jelantah).

“Kebijakan pelarangan ini di detail kan berlaku untuk semua produk baik itu, CPO, RPO, RBD Palm Olein, Pome, dan Used Cooking Oil. Ini seluruhnya tercakup dalam Peraturan Menteri Perdagangan, dan akan diberlakukan malam ini 00.00,” kata dia.

Airlangga menegaskan, perubahan ini dilakukan perubahan ini dilakukan sebagai bentuk dedikasi pemerintah demi ketersediaan minyak goreng curah Rp 14.000 di pasar-pasar tradisional dan untuk kebutuhan UMK.

“Sekali lagi, Bapak Presiden memperhatikan kepentingan masyarakat dan komit bahwa rakyat Indonesia adalah prioritas utama dari kebijakan-kebijakan pemerintah. Kebijakan ini memastikan produksi CPO dapat didedikasikan seluruhnya untuk ketersediaan minyak goreng curah dan harganya Rp 14.000 terutama di pasar-pasar tradisional dan untuk kebutuhan UMK,” terang Airlangga.

Sehari sebelum kebijakan tersebut direvisi, Airlangga menyelenggarakan konferensi pers terkait larangan ekspor minyak goreng. Dia menyebut, pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng ini bukan untuk CPO, melainkan hanya berlaku untuk produk RBD Palm Olein. Ada tiga kode Harmonized System (HS) RBD palm olein yang dilarang, yaitu 15119036, 15119037 dan 15119039.

“Sekali lagi ditegaskan yang dilarang adalah RBD Palm Olein yang HS ujungnya 36, 37, dan 39,” ujar Airlangga dalam konferensi pers Tindak Lanjut Arahan Presiden RI untuk Minyak Goreng, Selasa (26/4).

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here