Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat menerima laporan dari masyarakat tentang sertifikat vaksin.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat Yefri Heriani mengatakan sertifikat vaksin yang dilaporkan oleh masyarakat itu tentang tidak validnya data vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi.

“Pelapor mengaku telah terdata sebagai warga mengikuti vaksin booster. Padahal pelapor baru divaksin dua kali. Kok tiba-tiba sudah terdata sebagai penerima booster,” katanya, Rabu 1 Juni 2022.

Ia menyebutkan persoalan ketidakvalidnya data itu, datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat, yakni di Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Solok.

Yefri menjelaskan dengan telah dicantumkannya nama sejumlah warga sebagai penerima vaksin booster, dianggap telah merugikan nama yang bersangkutan.

“Tidak ikut suntik vaksin booster, malah di data sudah ikut. Hal itu sama saja merugikan yang bersangkutan. Khawatir ada yang menggunakan data warga,” ujarnya.

Menurutnya terkait hal tersebut, seharusnya menjadi perhatian pemerintah, terutama sehubungan dengan keamanan data masyarakat.

Saat ini Ombudsman tengah mendalami laporan terkait sertifikat vaksin tersebut.

Kini dengan adanya laporan itu, maka khusus Provinsi Sumatera Barat, maka kevalidan jumlah capaian vaksin ketiga untuk Provinsi Sumatera Barat sebanyak 680.204 berdasarkan data Kemenkes per tanggal 31 Mei 2022 Pukul 18.00 WIB patut dipertanyakan.

“Kondisi ini patut dipertanyakan. Nanti Kemenkes bilang capaian vaksinasi booster sudah sekian. Padahal tidak semua warga yang didata itu menerima suntik booster. Nah, ada apa ini?” ujar Yefri.

Source : www.kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *