Setelah Kampus Merdeka, Nadiem Siap Launching Program ‘Praktisi Mengajar’

0
15
Mendikbud Nadiem Makarim saat melakukan rapat kerja dengan Komisi X DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Advertisement

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali melakukan rapat kerja (raker) dengan Komisi X DPR RI di Senayan pada Kamis (2/6).

Rapat tersebut digelar untuk membahas RKA-K/L dan RKP K/L atau perencanaan dan penganggaran untuk Tahun 2023 dan Penyerahan Laporan Panja GTK-PPPK. Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan usulan anggaran sebesar Rp 80 triliun.

“Garis besar tema 2023 peningkatan produktivitas transformasi berkelanjutan, sasaran RKP, pertumbuhan ekonomi, menurunkan emisi karbon, hingga menurunkan tingkat kemiskinan,” tutur Nadiem dalam rapat.

Di tahun 2023 nanti akan ada sejumlah arah pokok kebijakan yang direncanakan oleh Kemendikbudristek. Sebagian merupakan program lanjutan dari 2022, salah satunya Kampus Merdeka.

Namun, selain itu, saat ini sedang disiapkan program baru ‘Praktisi Mengajar’ yang akan dimulai tahun ini. “Program tahun ini dan tahun depan itu Praktisi Mengajar,” kata mantan bos Gojek itu.

Dikutip dari https://praktisimengajar.id/, Praktisi Mengajar adalah Program yang diinisiasi oleh Nadiem agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja.

Program ini mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen juara agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar sivitas akademika di perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja. Kolaborasi ini dilakukan dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas baik secara luring maupun daring.

Ada 3 tujuan program Praktisi Mengajar:

  1. Menutup kesenjangan kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja
  2. Mendorong kolaborasi perguruan tinggi dan industri
  3. Mempersiapkan SDM unggul bagi Indonesia.

Dalam tahapan program, Praktisi Mengajar saat ini sedang dalam tahap pendaftaran yang dibuka sejak 11 April hingga 17 Juni 2022. Kemudian hasil seleksi praktisi yang lolos akan diumumkan 15 Juli, dilanjutkan bimbingan teknis untuk perguruan tinggi 18-29 Juli 2022. Sementara program akan dilaksanakan pada 1 Agustus-18 November 2022.

Selain Praktisi Mengajar, Nadiem menekankan, lewat anggaran yang besar, salah satu prioritas Mendikbud adalah menambah program pusat talenta. Diharapkan program tersebut tidak hanya mendorong siswa berprestasi namun juga meningkatkan kualitas guru-guru.

Selain itu menambah platform digital secara gratis kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

“TIK juga banyak didistribusikan, banyak platform digital secara gratis kepala sekolah seluruh Indonesia. Serta beberapa program siswa berprestasi dan tentunya pusat talenta kita, bukan hanya akademik tapi talenta juga. Kualitas guru-guru juga kita tingkatkan,” lanjutnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota DPR memberi masukan untuk menekan pagu indikatif Rp 80 triliun karena dirasa tidak banyak membawa perubahan dari tahun-tahun sebelumnya.

Termasuk yang disoroti oleh Komisi X adalah persoalan capaian wajib belajar 12 tahun yang belum mencapai target. Dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di 2022, Indonesia baru mencapai rata-rata sekolah 8 tahun.

“Rata-rata lama sekolah kurang lebih 8 tahun, belum mau ujian nasional sudah drop out, kebetulan saya di dapil Banten 1, rata-rata 8,4 atau mendekati 8,5 tahun. Kita bisa melakukan improvisasi,” ujar Ali Zamroni.

“Ketinggalan sekolah menengah pertama (SMP) diperbesar sasaran ini bisa jadi solusi meningkatkan rata-rata lama sekolah dengan anggaran cukup besar ini,” imbuh politikus Fraksi Gerindra tersebut.

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here