Larangan Ekspor Timah Semakin Dekat, Ini yang Sedang Disiapkan Pemerintah

0
8
Ilustrasi timah. Foto: PT Timah
Advertisement

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah bersiap-siap menetapkan kebijakan larangan ekspor bahan tambang timah yang akan berlaku tidak lama lagi.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin. Dia mengakui sedang melakukan pengkajian dan diskusi agar kebijakan bisa diterapkan dengan baik.

“Terus terang kita sedang menyiapkan bahan untuk Menteri ESDM menyampaikan informasi dan data apa yang terjadi dengan timah di Indonesia, sehingga nanti pada saat dibuat keputusan, kondisi terbaik yang terjadi,” ujarnya saat RDP dengan Komisi VII DPR, Selasa (21/6).

Dia mencontohkan, kondisi terbaik harus disiapkan lantaran 98 persen hasil pengolahan bijih timah dalam bentuk balok timah atau ingot masih diekspor, sementara hanya 2 persen sisanya diserap di dalam negeri.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejak tahun 1970-an Indonesia sudah menjual balok timah namun yang dihilirisasi hanya sedikit. Hal tersebut menjadi salah satu yang diantisipasi Kementerian ESDM dalam menetapkan kebijakan larangan ekspor timah nanti.

Larangan Ekspor Timah Semakin Dekat, Ini yang Sedang Disiapkan Pemerintah (1)
Ridwan Djamaluddin Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Kalau nanti kita betul-betul dilarang ekspor dalam bentuk ingot itu berarti kita harus menyiapkan industri pengolahan dalam jumlah yang masif, bisa saja industrinya dibangun dan itu memang seharusnya kita bangun,” tegasnya.

Ridwan mengungkapkan, proses pengolahan timah dari bijih hingga balok timah bisa menciptakan nilai tambah hingga 16 kali lipat. Dengan begitu, dia akan memperhitungkan berapa banyak nilai tambah yang akan negara peroleh imbas dari hilirisasi ini.

“Kita sedang mengadakan diskusi-diskusi bagaimana menyiapkan industri dan menarik investor untuk membangun industri hilir ini,” kata Ridwan.

Sebelumnya, perintah larangan ekspor timah pertama kali digaungkan Presiden Jokowi. Hal ini dilakukan setelah larangan ekspor nikel berlaku, dan akan terus dilanjutkan untuk komoditas tambang bauksit dan tembaga.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rencana menyetop ekspor raw material atau bahan mentah bauksit dan timah akan dilakukan mulai tahun 2022 ini.

“Kami dari Kementerian Investasi menerjemahkan dengan transformasi ekonomi lewat hilirisasi dengan pendekatan pengelolaan sumber daya alam. Nikel, kita setop. Bauksit sebentar lagi kita akan setop. Di 2022 bauksit akan kita setop dan di 2022 akhir kita juga akan setop ekspor timah,” ujarnya saat Road to G20 Investment Forum, Rabu (18/5).

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here