Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan tugas membacakan rekomendasi hasil Rakernas PDIP bidang ideologi Pancasila, sistem politik dan Pemilu 2024. Pembacaan rekomendasi dilakukan dalam penutupan Rakernas di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6).

Sebelum membacakan rekomendasi, Ganjar berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju mimbar. Saat di depan Megawati yang duduk di tengah, ia sempat menundukkan kepala.

Setelah di mimbar, sebelum membacakan rekomendasi, Ganjar sempat menyapa Ketum Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP Puan Maharani dan Kepala Analisa dan Pengendali Situasi (Situation Room) DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo.

“Yang terhormat Ibu Megawati Soekarnoputri Ketum PDIP yang saya hormati, Mbak Puan, Mas Nanan, Mas Hasto,” kata Ganjar sambil melihat ke arah meja Megawati, Prananda dan Puan.

“Dan tentu saja seluruh pimpinan DPP PDIP dan teman-teman peserta rakernas yang saya muliakan. Ibu izinkan saya membacakan secara langsung rekomendasi rakernas kedua PDIP terkait ideologi Pancasila,” lanjut Ganjar.

Setelah itu, Ganjar membacakan 7 poin rekomendasi partai terkait ideologi Pancasila, sistem politik dan pemilu 2024. Salah satunya terkait penetapan capres dan cawapres PDIP.

Rekomendasi menyatakan penetapan capres cawapres merupakan hak prerogatif Megawati.

“Rakernas Il Partai menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2024, berdasarkan keputusan Kongres V Partai, AD/ART Partai, dan tradisi demokrasi partai adalah hak prerogatif Ketua Umum Partai, Prof. DR. (H.C.) Megawati Soekarnoputri,” ucap Ganjar yang disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta Rakernas.

Para peserta juga meneriakkan ‘merdeka’ saat Ganjar menyampaikan poin tersebut.

Usai membacakan, Ganjar memberikan map rekomendasi kepada Megawati. Ia terlihat kembali memberikan hormat kepada Megawati, Puan dan Prananda dengan menundukkan kepala.

Lalu, Ganjar kembali ke tempat duduknya. Sebelum ke tempat duduknya, saat di hadapan Megawati, ia kembali menundukkan kepala dan sedikit membungkuk.

Source : www.kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *