BerandaUmumKuota 10 Ribu Tak Dipakai, Mengapa Tak Diberikan ke Haji Khusus atau...

Kuota 10 Ribu Tak Dipakai, Mengapa Tak Diberikan ke Haji Khusus atau Furoda?

Kementerian Agama memutuskan tak menggunakan kuota haji tambahan 10 ribu dari Arab Saudi, karena tidak ada waktu untuk memberangkatkan jemaah di waktu yang sangat mepet.

Lalu, mengapa tidak diserahkan saja pada haji khusus atau furoda yang punya kemampuan finansial lebih?

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Prof Hilman Latief, menjelaskan haji khusus atau yang dulu disebut ONH Plus, tidak bisa mendapatkan kuota sebelum diberikan lebih dulu ke haji reguler.

“Ada harapan dipindah ke haji khusus, kondisinya juga sama haji khusus muncul kalau ada haji reguler,” ucap Hilman kepada wartawan di Jeddah, Rabu (30/6).

Kuota 10 Ribu Tak Dipakai, Mengapa Tak Diberikan ke Haji Khusus atau Furoda? (1)
Jemaah haji Indonesia di Makkah. Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Begitu juga untuk haji furoda atau dikenal secara resmi sebagai visa muzamalah. Meski jemaah kelompok ini sangat mampu untuk membayar semua fasilitas haji, tapi ketentuan yang berlaku mengharuskan Kemenag memberikan jatah itu kepada reguler dulu.

“Dalam UU disebut visa muzamalah, visa undangan. Tapi berdasarkan hasil diskusi kami dan Pemerintah Saudi Arabia, itu domain berbeda. Tidak ada istilah konversi haji reguler dikonversi menjadi haji khusus atau muzamalah, itu tidak bisa dilakukan,” tegas Hilman.

“Juga ada usulan sudah dikasih ke publik siapa yang sanggup berangkat saat ini? Itu kan di luar konteks. Aturan kita tidak begitu, karena ini terkait pembiayaan dan lain-lain,”.

– Hilman Latief

Hilman mengingatkan bahwa Indonesia jemaah haji reguler yang memakai sistem antrean dan nomor porsi, harus menjadi pertimbangan utama karena orang menunggu sangat lama untuk ibadah haji. Toh, haji furoda yang konteksnya tak difasilitasi Kemenag pun belum bisa dapat kuota.

“Buktinya sampai saat ini kawan-kawan masih berusaha mendapatkan visa undangan atau muzamalah yang domainnya di luar Kemenag. Tapi kami saat ini tentu saja berempati dan tetap membantu komunikasi agar jemaah haji Indonesia yang berusaha mendapat visa dari berbagai pintu itu ya bisa lancar,” pungkasnya.

Source : www.kumparan.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments