Malaysia: Masa Tunggu Haji Kami 141 Tahun Jika Kuota Normal

0
12
Ketua Rombongan Haji Malaysia Syed Saleh. Foto: Muhammad Iqbal
Advertisement

Jemaah haji Indonesia harus menunggu puluhan tahun untuk berangkat haji ke Tanah Suci. Masa tunggu di tiap provinsi atau kabupaten/kota di Indonesia itu berbeda.

Paling lama adalah Kabupaten Bantaeng, Sulsel. Jika kuota haji normal, jemaah harus menunggu sekitar 48 tahun. Jika kuota 50% seperti tahun ini, antrean di Bantaeng menjadi 97 tahun.

Tapi, nasib jemaah Indonesia lebih beruntung. Penyelenggara ibadah haji Malaysia, Tabung Haji, mengungkap daftar tunggu haji mereka mencapai 141 dalam kondisi kuota normal.

“Kami 141 tahun (masa tunggunya). Dua kali mati dulu (baru bisa berhaji),” kata Ketua Rombongan Tabung Haji Malaysia, Dato’ Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman, sambil berseloroh saat diskusi di kantor Misi Haji Indonesia, Kamis (21/7).

Malaysia: Masa Tunggu Haji Kami 141 Tahun Jika Kuota Normal (1)

Kunjungan Lembaga Tabung Haji Malaysia ke PPIH Daker Makkah. Foto: MCH 2022

141 Tahun itu hasil hitung jika kuota didapat dari Saudi normal. Jika kuota hanya 50 persen seperti tahun ini, maka antrean haji di Malaysia menjadi 282 tahun. Sebab, menghitung lama antrean dipengaruhi kuota pembaginya.

“Jadi ada yang menangis, ada yang marah. Siapa tanggung dosa dia?” lanjutnya.

Syed Saleh menyebut kuota haji Malaysia pada tahun ini hanya 14.306 jemaah (50%) dari kuota normal 31.600 jemaah. Itu pun jemaah diseleksi secara ketat dari segi usia tidak lebih dari 64 tahun, tidak memiliki beberapa penyakit kronis, hingga tidak memiliki berat badan berlebih.

Sementara Indonesia tahun ini memberangkatkan 100.051 jemaah, atau hanya sekitar 50 persen dari kuota normal mencapai 200.000 lebih. Indonesia juga menerapkan persyaratan terkait Covid, meski tidak seketat Malaysia soal skrining kesehatan.

Lalu, apa yang memotivasi jemaah haji Malaysia untuk daftar haji jika masa tunggunya 141 tahun? Syed Saleh menjelaskan, Tabung Haji, tidak hanya mengelola jemaah haji, tapi juga mengelola keuangan berdasarkan prinsip syariah.

Malaysia: Masa Tunggu Haji Kami 141 Tahun Jika Kuota Normal (2)
Kunjungan Lembaga Tabung Haji Malaysia ke PPIH Daker Makkah. Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Jadi, mereka yang mendaftar haji selain karena ingin berhaji, juga ada motivasi ingin investasi karena dana yang disimpan itu bisa dinikmati jemaah yang mendaftar.

“Jadi walaupun mereka perlu menunggu lama untuk menunaikan haji, tapi dalam masa yang sama mereka masih lagi dapat pulangan dari simpanan mereka setiap tahun,” tutur Syed.

“Jadi dengan adanya pulangan ini juge dapat membantu mereka untuk simpan dan membesarkan simpanan mereke supaya mencukupi untuk suatu hari nanti dapat menunaikan haji,” imbuhnya.

Sementara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Hilman Latief, mengatakan secara umum pelaksanaan haji di Indonesia dan Malaysia sama. Untuk waktu tunggu, Indonesia lebih beruntung karena mendapatkan kuota lebih besar.

Dalam kesempatan ini, kedua pihak sepakat untuk terus menjalin kerja sama dan saling tukar pendapat demi pelaksanaan haji yang lebih baik.

“Kami (Indonesia dan Malaysia) memperbincangkan prosesi tahun ini. Bertukar pikiran dan saling mendapatkan informasi terkait layanan umum dan layanan kesehatan. Ini bukan pertemuan terakhir, kami akan terus menjalin kerja sama,” tutup Hilman.

Malaysia: Masa Tunggu Haji Kami 141 Tahun Jika Kuota Normal (3)
Kunjungan Lembaga Tabung Haji Malaysia ke PPIH Daker Makkah. Foto: MCH 2022

 

 

Source : www.kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here