Jokowi Dapat Info dari PBB-Forum G7: Tahun Depan Gelap, Ekonomi 66 Negara Ambruk

0
42
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/8/2022). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Advertisement

Presiden Jokowi mengungkapkan kondisi perekonomian dunia tengah sulit, terlebih untuk tahun depan. Informasi itu ia dapatkan dari sejumlah pertemuan internasional yang ia ikuti, mulai dari pertemuan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres hingga pada saat forum KTT G7 di Jerman beberapa waktu lalu.

=”Kita tahu sekarang ini memang dunia baru berada pada posisi yang tidak mudah, pada keadaan yang sangat sulit sekali. Saya bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, bertemu dengan lembaga-lembaga internasional langsung bos-bosnya, bertemu dengan kepala negara G7 baru saja, ditanyakan sebetulnya dunia ini mau ke mana? Beliau-beliau menyampaikan, ‘Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit’. Terus kemudian seperti apa? ‘tahun depan akan gelap’. Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati, jangan, bukan Indonesia, yang saya bicarakan tadi dunia!” kata Jokowi dalam Silatnas dan Ulang Tahun ke-19 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat, di Sentul, Bogor, Jumat (5/8).

Jokowi mengungkapkan, semua negara dalam keadaan tidak mudah untuk tahun depan. Bahkan, ia mendapatkan informasi bahwa diprediksi 66 negara ambruk ekonominya.

=”Kita bicara dunia dulu, semua negara sekarang ini berada dalam keadaan yang tidak mudah, tadi Sekjen PBB menyampaikan, IMF, Bank Dunia menyampaikan, bahwa akan ada 66 negara yang akan ambruk ekonominya, dan sekarang sudah mulai satu per satu angkanya adalah 9 lebih dulu, kemudian 25, kemudian 42, mereka detail mengkalkulasi,” ucap Jokowi.

Hal tersebut, lanjut Jokowi, adalah hal yang tengah dikhawatirkan. Dia pun mengungkapkan fakta bahwa saat ini saja, ada ratusan juta orang di dunia sudah berada pada posisi kelaparan akut.

“Apa yang dikhawatirkan betul-betul kita lihat dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut dan sebagian sudah kelaparan. Ini saya sampaikan apa adanya karena posisi pertumbuhan ekonomi bukan hanya turun, tapi anjlok semuanya, Singapura, Eropa, Australia, Amerika, semuanya,” ucapnya.

“Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik, harga-harga barang semua naik ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan,” sambungnya.

Lokasi pengungsian di Nigeria Foto: Reuters
Lokasi pengungsian di Nigeria Foto: Reuters

Jokowi mengungkapkan, Amerika yang biasanya kenaikan barang atau inflasi 1 persen, saat ini berada pada posisi 9,1 persen. Bensin naik 2 kali lipat, begitu juga di Eropa.

Dia kemudian menyinggung apabila kondisi tersebut terjadi di Indonesia. Jika pertalite harganya naik sampai Rp 17.100 saja, kata Jokowi, demonya bisa sampai berbulan-bulan. Belum lagi efek domino terhadap harga barang pokok. Maka dari itu, hal tersebut tengah dikendalikan oleh pemerintah dengan melakukan subsidi.

“Karena begitu harga bensin naik, harga barang otomatis melompat bersama-sama, oleh sebab itu pemerintah mengeluarkan anggaran subsidi yang tidak kecil Rp 502 triliun yang tidak ada negara berani memberikan subsidi sebesar yang dilakukan Indonesia,” ucap Jokowi.

Pada forum tersebut, Jokowi pun bicara apa saja yang sudah dilakukan Indonesia dalam bersaing dengan negara lain. Salah satunya membentuk fondasi, seperti infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan baru, bendungan, irigasi, dan lainnya hingga hilirisasi industrialisasi, serta digitalisasi bagi UMKM agar bersaing.

“Akhirnya apa? kalau pertumbuhan ekonomi dan GDP kita baik perkiraan kita 3 kali lipat yang sekarang dari 1,1 triliun – 1,2 triliun USD menjadi di atas 3, akhirnya APBN menggebung lebih besar,” pungkas Jokowi.

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here