ASN Damkar Depok Korupsi Rp 1,2 Miliar dengan Modus Iuran BPJS

0
17
Kejari Depok membawa tersangka A ke Rutan Kelas 1 Depok terkait kasus dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa
Advertisement

Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mengungkap dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Tersangka bernama Acep alias A diduga melakukan korupsi menggunakan modus pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan kepada pegawai.

Kasi Intel Kejari Depok Andi Rio Rahmatu mengatakan, terdapat satu pegawai berinisial A telah ditetapkan tersangka dugaan korupsi dan telah dilakukan penahanan.

“Satu tersangka sudah ditahan berdasarkan surat perintah nomor Print-67/M.2.20/Fd.2/08/2022, penahanan terhadap tersangka berinisial A,” ujar Andi, Kamis (11/8).

Andi mengungkapkan, kasus dugaan korupsi ini terjadi saat A menjadi ASN di Dinas Damkar Pemerintah Kota Depok. Tersangka A menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Bidang Pengendalian Operasional sejak tahun 2016 sampai dengan 2020.

“Diduga jabatannya itu tersangka melakukan korupsi dengan alasan pemotongan untuk pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” ungkap Andi.

Kejari Depok membawa tersangka A ke Rutan Kelas 1 Depok terkait kasus dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa
Kejari Depok membawa tersangka A ke Rutan Kelas 1 Depok terkait kasus dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa

Kejari Depok sudah melakukan pemeriksaan terhadap 49 saksi untuk melengkapi data dan keterangan. Selain itu jaksa telah mendatangkan ahli pidana dan ahli kerugian negara.

“Dua ahli tersebut untuk mengetahui adanya dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok,” ucap Andi.

Perbuatan tersangka menimbulkan kerugian dan dugaan korupsi mencapai Rp 1,2 Miliar. Atas hal tersebut tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 8 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dalam UU Nomor 20 /2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Acep saat ini ditahan di Rutan Kelas 1 Depok.

“Tersangka terancam dihukum minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tegas Andi.

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here