Sinergitas Pemprov dan Pemkab Atasi Inflasi

0
11
Advertisement

MAMUJU, Banuaupdate.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamuju Tahun 2022 dengan mengangkat tema “Sinergi dan Kolaborasi Pengendalian Inflasi Daerah Melalui Strategi 4K dalam Menghadapi Risiko Stagflasi Ekonomi”.

Kegiatan Rakor ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris M. Si, bertempat di ruang rapat Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Kab. Mamuju pada hari Rabu (11/08/2022).

Mendampingi Sekda Sulawesi Barat dalam memimpin rapat koordinasi ini adalah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Hermanto, beserta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Achmad.

Selain itu turut mendampingi pula Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Drs. H. Khaeruddin Anas, M.Si beserta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Mamuju, Dr. Khatma Ahmat.

Sekda Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa tugas pokok dan fungsi dari TPID baik di tingkat provinsi ataupun tingkat kabupaten adalah untuk mengawasi tingkat harga yang berkontribusi dalam perkembangan inflasi di daerah dan menyusun kemudian mengeksekusi langkah-langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi.

Perencanaan dan eksekusi langkah-langkah strategis ini tentunya membutuhkan kerja sama kolaboratif dari seluruh pemegang kepentingan, baik dari sisi pemerintah maupun pelaku usaha termasuk perbankan, untuk dapat memberikan hasil yang diinginkan.

Kegiatan Rakor ini diselenggarakan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi semua stakeholders dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok terutama kelompok volatile food yang 2 (dua) bulan terakhir mengalami kenaikan harga dan menyebabkan inflasi di atas target yang ditetapkan oleh pemerintah. “Kegiatan ini penting dilakukan guna meningkatkan koordinasi dan sinergi lintas sektor untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pokok tercukup dan mengantisipasi krisis pangan global,“ terang Sekda. Dalam kesempatan ini pula Perwakilan Kepala BPS Sulawesi Barat Bpk. Mukrabin, SE, MM yang memaparkan komponen pembentuk inflasi Sulawesi Barat. Dan setelahnya dilanjutkan sesi diskusi untuk mengurai permasalahan inflasi di Sulawesi Barat
Adapun langkah yang dapat diambil tim TPID adalah dengan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang dengan sinergi antar institusi; melakukan operasi pasar dan pasar murah untuk memastikan keterjangkauan harga bahan pokok terutama bahan yang memilik andil cukup tinggi dalam peningkatan inflasi, antara lain Bawang Merah, Cabe Keriting dan Cabe Rawit serta komoditas ikan tangkap yang menjadi komoditas penyebab inflasi di Sulawesi Barat. Kemudian, tindak lanjut TPID  secara riil untuk menjaga kestabilan inflasi adalah dengan melaksanakan kegiatan operasi pasar murah serta pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulawesi Barat yang akan digelar di Kabupaten Mamasa.(Adhi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here