212 Orang Tewas dalam Pertempuran Armenia-Azerbaijan

0
7
Pasukan Azerbaijan melintasi perbatasan Armenia-Azerbaijan dan mendekati posisi Armenia, pada Selasa (13/9/2022). Foto: Kementerian Pertahanan Armenia via AP
Advertisement

Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan akibat sengketa wilayah Nagorno-Karabakh menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit. Setidaknya, 212 orang tewas dari kedua belah pihak selama pertempuran yang eskalasinya meningkat sejak awal pekan ini.

Dikutip dari AFP, kedua negara tersebut bukan kali ini saja terlibat pertempuran. Tercatat, dua kali pertempuran hebat terjadi pada 2020 dan juga 1990-an, untuk memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh. Wilayah ini merupakan ‘kantong’ Azerbaijan yang berpenduduk Armenia.

Kedua belah pihak saling tuduh telah memprovokasi bentrokan, yang meletus pada hari Selasa (13/9) dan berakhir dengan mediasi internasional pada Kamis (15/9).

Pada hari Jumat (16/9), kementerian pertahanan Azerbaijan merevisi jumlah korban tewas di antara pasukannya menjadi 77 orang dari yang dilaporkan sebelumnya sebanyak 71 orang. Di sisi lain, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan jumlah korban dari pihaknya lebih besar.

“Untuk saat ini, jumlah korban tewas adalah 135,” kata Nikol.

“Sayangnya, itu bukan angka final. Banyak juga yang terluka,” ucapnya dalam rapat kabinet.

Kepala staf angkatan bersenjata Armenia, Eduard Asryan, menuduh pasukan Azerbaijan melakukan kekejaman yang mengerikan, dengan mengatakan mereka memutilasi alias memotong-motong mayat prajurit Armenia yang tewas.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyampaikan pernyataan bersama setelah pertemuan mereka di Sochi pada 26 November 2021. Foto: Mikhail Klimentyev/SPUTNIK/AFP
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyampaikan pernyataan bersama setelah pertemuan mereka di Sochi pada 26 November 2021. Foto: Mikhail Klimentyev/SPUTNIK/AFP

Gencatan Senjata

Ada peran Rusia dalam upaya gencatan senjata kedua negara. Kedua pemimpin negara bertemu dan ditengahi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meredakan pertempuran yang terjadi.

“Fakta bahwa gencatan senjata dihormati membuktikan bahwa baik Azerbaijan, maupun Armenia, tidak bermaksud untuk eskalasi skala besar,” kata Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.

Dia menyesalkan banyak korban akibat bentrokan senjata tersebut. Namun yang terpenting, ucapnya, saat ini adalah tidak merusak proses normalisasi hubungan kedua negara.

Berbicara pada pertemuan dengan Vladimir Putin di kota Samarkand, Uzbekistan, Aliyev berterima kasih pemimpin Negara Beruang Merah atas reaksi cepat Moskow terhadap eskalasi yang terjadi.

Di sisi lain, Dewan keamanan Armenia mengatakan kekerasan berakhir Kamis (15/9) malam berkat mediasi internasional setelah upaya sebelumnya gagal oleh Moskow untuk menengahi gencatan senjata.

Source  : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here