BerandaNasionalKominfo Blokir 7 Situs dan 5 Grup Medsos Jual Beli Organ Tubuh

Kominfo Blokir 7 Situs dan 5 Grup Medsos Jual Beli Organ Tubuh

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir tujuh situs web dan lima grup media sosial yang memuat konten jual beli organ tubuh manusia. Penutupan akses ini telah dilakukan sejak Kamis (12/1).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo, Semuel A. Pangerapan, mengatakan pemblokiran situs dan grup medsos dilakukan sesuai permintaan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian RI.

Semuel mengatakan sebelumnya tim AIS Kementerian Kominfo telah melakukan pemantauan terhadap beberapa situs dan akun media sosial yang diduga memuat konten jual beli organ tubuh.

“Kami melakukan pencarian situs jual beli organ tubuh manusia seperti yang disampaikan penyidik Kepolisian yang tengah menangani kasus di Makassar dengan laporan adanya situs jual beli organ tubuh lewat Yandex,” kata pria yang akrab disapa Semmy itu di Jakarta, Jumat (13/1).

Dari hasil pemantauan tersebut, Tim AIS Kementerian Kominfo menemukan tujuh situs dan lima grup media sosial Facebook dengan konten jual beli organ tubuh manusia. Hasil temuan mereka kemudian dilaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk mengonfirmasi pelanggaran yang terjadi.

Semua datanya kami kirimkan untuk memastikan situs tersebut benar-benar melanggar hukum. Lalu Bareskrim Polri mengirim surat untuk memutus akses tiga situs pada hari Kamis dan Jumat ada empat situs.

– Semuel A. Pangerapan, Dirjen Aptika Kominfo –

Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Berdasarkan hasilnya penyelidikan, tujuh situs tersebut melanggar Pasal 192 jo Pasal 64 ayat (3) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja memperjualbelikan organ atau jaringan tubuh dengan dalih apapun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”

Tiga situs yang memuat konten jual beli organ sudah tidak bisa diakses. Sementara itu, sisanya akan diputus aksesnya dalam kurun waktu satu kali 24 jam ke depan.

Adapun pemutusan akses situs dan akun media sosial dilakukan karena ada indikasi tindak pidana memperjualbelikan atau jaringan tubuh dengan dalih apa pun yang dilarang dan sangat meresahkan masyarakat.

“Berdasarkan hasil profiling dan analisis semua situs itu berada atau dibuat di luar negeri,” ujarnya.

Dia mendorong masyarakat segera melapor ke Kominfo jika menemukan situs sejenis agar bisa dilakukan penanganan sesuai perundangan yang berlaku. Jika menemukan situs mencurigai, warga bisa melapor lewat aduankonten.id.

Pembunuhan Anak di Makassar, Motifnya Mau Jual Organ Manusia di Situs

Sebelumnya, dua pelajar di Makassar, Sulsel, Adrian (17 tahun) dan Faisal (14), menculik dan membunuh anak berusia 11 tahun bernama M. Fadli Sadewa. Tujuan mereka membunuh adalah untuk mengambil organ tubuh korban, dan kemudian menjualnya.

Mereka membunuh lantaran terpengaruh dari pencarian online di aplikasi Yandex —mesin pencari buatan Rusia. Kedua bocah itu tergiur dengan harga jual organ manusia senilai jutaan dolar AS pada website tersebut.

Source : www.kumparan.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments