BerandaHeadLineTentara Israel Tembak Mati Bocah 14 Tahun di Kamp Pengungsi di Kota...

Tentara Israel Tembak Mati Bocah 14 Tahun di Kamp Pengungsi di Kota Bethlehem

Tentara Israel membunuh anak laki-laki Palestina berusia 14 tahun, Omar Khaled Lutfi Khmour, dalam serangan di kamp pengungsi Dheisheh di Kota Bethlehem, Tepi Barat, Senin (16/1). Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, Khmour adalah siswa kelas sembilan di sekolah pengungsi milik PBB di kamp Dheisheh.

Pembunuhan itu terjadi ketika pasukan Israel menggerebek kamp Dheisheh sebelum fajar. Ketika melakukan penangkapan, tentara Israel terlibat dalam konfrontasi dengan pemuda Palestina.

Tentara Israel mengaku melepaskan tembakan untuk membalas lemparan batu, bom molotov, dan alat peledak improvisasi. Akibatnya, Khmour, salah satu pengungsi di kamp Dheisheh, menderita luka serius usai ditembak di kepala.

Pelayat membawa jenazah Ahmed Daraghmeh, terbungkus bendera Hamas, selama pemakamannya di kota Nablus, Tepi Barat, Kamis, 22 Desember 2022. Foto: AP Photo/Majdi Mohammed

“Tentara memasuki kamp saat fajar dan melancarkan serangan ke rumah-rumah warga,” lapor kantor berita resmi Palestina, Wafa, dikutip dari AFP, Selasa (17/1).

Disadur dari Al Jazeera, Khmour adalah anak kecil Palestina keempat yang dibunuh tentara Israel di Tepi Barat yang mereka duduki dalam 16 hari pertama pada 2023. Selama periode tersebut, Khmour juga menjadi warga Palestina ke-14 yang dibunuh pasukan Israel.

Jenazah Khmour lalu dibungkus kain kufiyah dan bendera Palestina sebelum dibawa militan Front Populer untuk Pembebasan Palestina

Warga Palestina terlibat bentrok dengan pasukan Israel di Hebron, Tepi Barat yang diduduki Israel, Selasa (25/10/2022). Foto: Mussa Qawasma/Reuters

Israel melakukan penggerebekan, penangkapan, dan pembunuhan warga Palestina yang hidup dalam pendudukan militer sejak 1967 di Tepi Barat. Selama setahun terakhir, Israel meningkatkan operasinya.

Alhasil, pembunuhan dan penggerebekan terjadi hampir setiap hari di desa-desa, kota-kota, dan kamp-kamp pengungsi Palestina.

Israel mengeklaim berusaha menghancurkan perlawanan bersenjata terbatas yang terfokus di utara Tepi Barat yang diduduki. Kendati demikian, pihak Israel juga membunuh warga sipil yang melawan saat penggerebekan, dan bahkan yang tidak terlibat.

PBB menyebut 2022 sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak wilayah tersebut mulai diduduki Israel pada 2006. Sepanjang tahun 2022, Israel membunuh 224 warga Palestina. Hingga 53 korban jiwa, termasuk 17 anak-anak, tewas selama tiga hari serangan Israel di Jalur Gaza.

Source : www.kumparan.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments