BerandaNasionalKejati Sultra Tahan 2 Pejabat ESDM Terkait Kasus Korupsi IUP Antam

Kejati Sultra Tahan 2 Pejabat ESDM Terkait Kasus Korupsi IUP Antam

Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara kembali menjerat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pertambangan bijih nikel di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam di Blok Mandiodo, Konawe Utara, tahun 2021-2023.

Kasus ini ditangani tim Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Namun untuk sementara penahanan terhadap tersangka dilakukan di Rutan Kejagung.

Dua tersangka tersebut adalah:

  • SM selaku Kepala Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dia juga mantan Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
  • EVT selaku Evaluator Rencana Kerja dan Anggaran Biaya pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam kasusnya, SM dan EVT diduga memproses penerbitan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2022 sebesar 1,5 juta metrik ton ore nikel milik PT. Kabaena Kromit Pratama dan beberapa juta metrik ton ore nikel pada perusahaan lain di sekitar blok Mandiodo tanpa melakukan evaluasi dan verifikasi sesuai ketentuan.

Padahal, perusahaan tersebut tidak mempunyai deposit/cadangan nikel di Wilayah Izin Usaha Pertambangan tersebut.

“Sehingga dokumen RKAB tersebut (dokumen terbang) dijual kepada PT Lawu Agung Mining yang melakukan penambangan di wilayah IUP PT Antam, seolah-olah nikel tersebut berasal dari PT Kabaena Kromit Pratama dan beberapa perusahaan lain yang mengakibatkan kekayaan negara berupa ori nikel milik negara cq PT Antam dijual dan dinikmati hasilnya oleh pemilik PT Lawu Agung Mining, PT Kabaena Kromit Pratama dan beberapa pihak lain,” kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana di kantornya, Senin (24/7).

Tersangka kasus tambang nikel di Sultra.  Foto: Kejagung
Tersangka kasus tambang nikel di Sultra. Foto: Kejagung

Ketut menyebut, kasus pertambangan nikel di blok Mandiodo telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 5,7 triliun. Penetapan dua tersangka ini menyusul tersangka pemilik PT Kara Nusantara Investama Windu Aji Sutanto.

“Dengan penetapan 2 orang tersangka, maka penyidik telah menetapkan 7 orang tersangka dan proses penyidikan masih terus dalam tahap pengembangan,” imbuh Sumedana.

SM dan EVT saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung lalu akan dipindahkan ke Rutan Kendari, Sulawesi Tenggara.

Berikut tersangka lain yang sudah terlebih dahulu dijerat:

  • Pemilik PT Kara Nusantara Investama Windu Aji Sutanto.
  • HW selaku General Manajer PT Antam UPBN Konawe Utara;
  • AA selaku Direktur PT Kabaena Kromit Pratama;
  • OS selaku Direktur PT LAM; dan
  • GAS selaku Pelaksana Lapangan PT LAM.

Source : www.kumparan.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments